Kebanggaan Yang Keliru

24
0

Assalamu’alaikum….
Malem bunda dan anak-anakkku semua yang tentunya masih tetap rajin belajar karena kalian sebentar lagi akan mengikuti Mid Semester Genap bagi kelas 7,8 dan kelas 9 Pra Ujian.
Kali ini kami akan membahas tentang “Kebangggaan yang Keliru”….
bangga dong ya kalau anak-anaknya pintar, berprestasi, rangking, juara, atau dapat beasiswa, ya iyalah masa ya iya donk….hehe, yang jadi masalah kalau yang kita bangga-banggain itu ternyata salah dan malah membuat putra putri kita terjerumus dengan hal yang kita banggain… Naudzubillah gak mau dong ya….

Jangan bangga bunda, kalau anak kecilnya sudah difasilitasi gadged(Tab, HP,TV) di luar negeri sana malah mengatur kapan dan usia berapa anak-anak mengenal gadged, diusia 0-2thn mereka 0 gadged. Usia 2-4 hanya 1-2jam utk lihat tv.

Adapun Dampak buruknya:
bagi balita–>anak tidak lincah, cenderung keasyikan dengan yg diliatnya atau dilakukannya, akibatnya anak tidak banyak bergerak,pasip,kurang kreatip dan tidak bisa bersosialisasi atau berinteraksi dengan lingkungan sekitar, egois, kadang suka marah-marah tanpa sebab, tidak memperdulikan ketika diajak komunikasi dll ….
Bagi remaja –>yang jelas konsentrasi belajar menurun, lebih banyak digunakan untuk hiburan/bermain dibanding mencari pengetahuan, anak bebas mengakses internet apapun, kapanpun, dan dimanapun, jika tanpa pendampingan ortu mereka bisa ikut2n budaya barat yg tidak sesuai dg syariat islam seperti anak punk, Narkoba, Game Judi ataupun pergaulan bebas, sedang anak minim pendidikan agama ataupun pendidikan sex yang mereka lihat langsung ditiru tanpa ada yang disaring misal saja gaya hidup film/sinetron yang tidak sesuai dengan norma-norma agama,…..

Bunda… Jangan salahkan anak-anak jika mereka yang masih anak-anak dibawah umur berfoto bugil dengan lawan jenis sudah seperti ”orang dewasa”, yang sekarang ini lagi rame dibicarakan oleh netizen diberbagai media.
Banyak komentar negatip yang cenderung memojokkan anak tanpa melihat diri sendiri apakah kita sebagai ortu sudah benar dalam mendidik putra-putri kita, bisa jadi hal itu merupakan kesalahan yang kita buat sendiri, memanjakan anak kita dengan memberinya HP agar tidak tertinggal dengan teman-temannya atau dengan alasan agar putra-putrinya bisa berkomunikasi dengan orang tuanya, kalau alasan yang terakhir ini, bunda bisa kasih ke putra-putrinya dengan HP biasa tidak harus yang Android atau yang keren-keren, dan bunda bisa meminjamkannya jika diperlukan anak untuk tugas sekolahnya, cukup pinjam tidak perlu membelikannya, mengutip pesan dari Ibu Agustin seorang Ahli Spikolog Anak yang saat ini merupakan Srikandinya Anak-anak kota Pekalongan, karena beliaulah yang akan langsung menanggapi jika ada permasalahan yang terkait dengan anak-anak terkait tindak kekerasan ataupun pelecehan terhadap anak khususnya di Kota Pekalongan.

Ada pula yang berkomentar ”Anak kecil kok tidak punya malu begituan”. ya wajar sih jika ada yang berkomentar demikian. Namun saya kira mereka memang tidak malu karena menganggap itu ”benar” dan ”wajar” karena tontonan keseharian mereka adalah pornografi atau tontonan dewasa. Menganggap “benar” karena anak kurang mendapatkan pendidikan agama baik di rumah atau disekolah atau dilingkungannya, atau tidak ada kontrol dari keluarga, atau faktor-faktor lain yang sangat komplek, bisa juga karena kerasnya orang tua yang tidak memperbolehkan ini itu tanpa memberikan alasan yang kuat, sehingga anak mencari jawabannya sendiri di luar keluarga, ya jika jawaban yang mereka terima itu benar, bagaimana jika jawaban itu atas dasar kebenarannya sendiri atau dari orang-orang ataupun tempat yang salah. Hal inilah yang ditakutkan oleh ibu Agustin dalam sosialisasi Kekerasan  dan Pelecehan terhadap Anak. Orang tua merasa tabu mengajarkan tentang anatomi tubuh manusia, sampai-sampai ngumpet ke kolong merasa malu yang luar biasa karena anaknya menanyakan “ibu saya lahir dari mana?”, menurutnya kita sebagai orang tua harus mengajarkan ke anak-anak kita sejak kecil tentang anatomi tubuh, bagian mana yang boleh dipegang bunda, ataupun yang tidak boleh dipegang oleh siapapun. dan ketika anak mulai baligh, anak akan mengalami perkembangan seperti perempuan akan khaid, dan sejak itulah reproduksi wanita siap untuk dibuahi artinya perempuan harus bisa menjaga diri agar tidak hamil di luar nikah.

Kasus-kasus yang terjadi saat ini semakin banyak. Hal ini tentunya  membuat para orang tua merasa risau, cemas dan takut akan perkembangan putra-putrinya, timbul pertanyaan kenapa mereka seperti itu?, salahkah mereka?, salahkah kita sebagai orang tua?, salahkah gurunya???
Kita tidak dapat/berhak menghakimi anak, mereka adalah anak-anak kita yang perlu kita jaga,bukannya malah menyalahkan tanpa melihat kesalahan yang telah kita lakukan terhadap anak kita, dan ini merupakan PR buat kita semua . Anak sebenarnya belum siap dengan keberadaan gadged, dimana perkembangan teknologi semakin canggih, kita bisa melihat “dunia” tanpa batas. Oleh sebab itu jika kita belum membekali anak dengan pendidikan agama, pembentukan akhlakul karimah dan juga pendidikan seks, kemudian kita sudah memanjakannya dengan memberikan gadged yang wah, maka jangan salahkan mereka. Tak heran jika yang terjadi akhirnya anak-anak bebas melakukan hal-hal yang ia senangi tanpa rasa malu dan bertanggung jawab. Naudzubillah min dzalik.

Buat bunda2….. Bagi yang belum membelikan gadged kepada anak-anaknya jangan berkecil hati, ini demi kebaikan putra-putri bunda, dan Jika mereka sudah diberi gadged jangan lupa untuk memantaunya ya….
Tayangan televisi kita saja sudah banyak yang tidak memberikan contoh baik, entah aksi kekerasan atau kehidupan/pergaulan bebas muda mudi, apalagi jika mereka sudah melihatnya dunia maya melalui HP yang mereka miliki. Tak heran jika siswa-siswi SMA atau bahkan SMP berbonceng-boncengan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya, tidak sebatas duduk berduan tapi saling berjabat erat dan lain sebagainya dihalayak ramai tanpa malu layaknya sepasang suami istri, naudzubillah min dzalik.

Mudah2an kita dapat menjadi ortu yang bisa menghantarkan putra-putri kita menjadi anak yang sholih sholihah. Amin….. ya Rabbal Alamin.

Buat anak-anakku semua, selalu ingat ya pesan guru dikelas bahwa ”internet bak pisau yg memiliki dua sisi” sangat banyak manfaat darinya jika digunakan dengan baik, tapi sebaliknya jika kalian salah menggunakannya, dapat membunuh orang lain atau bahkan diri sendiri. Janganlah ikut-ikutan atau mencontoh perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma agama, gunakanlah Gadged seperlunya saja, karena yang lebih penting dan berguna dunia akhirat adalah “bacalah Al-Qur’an” , pahami dan amalkan dalam keseharian kalian, mudah-mudahan kita semua selalu dilindungi Allah dari hal-hal yang negatif dan Allah menegur dan meluruskan jalan kita jika kita salah jalan. Amin….

Kata Terakhir mengutip dari KH. Musthofa Bisri ” Hindarilah berbuat dosa. Bila engkau tidak berdosa, waspadalah terhadap yang lebih buruk dari itu, yaitu Ujub (Bangga diri)

Lihatlah video di bawah ini, semoga bermanfaat …..

Untuk menambah pengetahuan tentang pendidikan seks anak, silahkan lihat link disini https://www.youtube.com/watch?v=H_9t0vzi_WM

Selamat mengambil hikmah yang baik. Malem semua….
Wassalam….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *